Ilustrasi Lubang Hitam
LNG Blog - Kita tidak dapat selamat bila kita nekat melakukan perjalanan ke lubang hitam seperti yang dilakukan oleh Matthew McConaughey di film Interstellar (2014). Sebaliknya, kita akan terkoyak jauh sebelum kita bisa sampai ke sisi yang lain dari sebuah lubang hitam.

Lubang hitam itu sebenarnya apa, sih?

Untuk memahami sepenuhnya mengapa kamu tidak bisa mengendarai sebuah pesawat antariksa, secanggih apapun, ke dalam lubang hitam, kamu harus terlebih dahulu memahami sifat dasar dari monster gravitasi yang satu ini. Sederhananya, menurut Astronomy.com, lubang hitam adalah tempat di mana gravitasi begitu kuat sehingga tidak ada apapun, bahkan cahaya, yang bisa lolos dari tarikannya.

Lubang hitam diberi nama demikian karena ia tidak memantulkan atau memancarkan cahaya. Meski begitu, mereka bukan lubang dalam artian sebenarnya. Lubang hitam berbentuk bulat, dengan kepadatan yang sangat tinggi sehingga kecepatan lepasnya melebihi kecepatan cahaya.

Lubang hitam hanya dapat terlihat saat sedang makan sebuah bintang atau awan gas yang berada terlalu dekat dengan batasnya, yang disebut cakrawala peristiwa. Di dalam cakrawala peristiwa terdapat titik yang benar-benar sangat kecil yang disebut singularitas, di mana gravitasi begitu kuat sehingga ia secara tak terhingga melengkungkan ruang-waktu. Di sinilah hukum fisika, seperti yang kita kenal, runtuh, yang artinya semua teori tentang apa yang ada di dalam sana hanyalah spekulasi.

Saat ini, lubang hitam dianggap sebagai bagian biasa dari evolusi bintang, dan para astronom mencurigai galaksi Bimasakti kita hanya menampung jutaan bintang, dengan sisanya adalah lubang hitam bermassa bintang.

Lubang hitam memiliki variasi, tidak hanya dalam hal massa, tetapi juga apakah lubang hitam berputar atau memiliki muatan listrik atau tidak. Jadi, jika kamu memang mau jatuh ke lubang hitam, nasib akhir kamu mungkin bergantung pada jenis lubang hitam yang kamu pilih.

Setidaknya, seperti dilansir UniverseToday.com, ada tiga jenis lubang hitam: Lubang hitam bermassa bintang, lubang hitam supermasif, dan lubang hitam bermassa menengah.

Lubang hitam bermassa bintang terbentuk ketika bintang-bintang yang sangat masif kehabisan bahan bakarnya, lalu runtuh ke dalam dirinya sendiri. Lubang hitam supermasif, di sisi lain, terletak di pusat sebagian besar galaksi, dan kemungkinan memiliki ukuran yang ekstrem, bisa hingga puluhan miliar kali lebih masif dari Matahari kita.

Sementara itu, lubang hitam bermassa menengah masih misterius nih, bahkan sejauh ini hanya ada beberapa contoh yang dicurigai telah ditemukan dari jenisnya. Meski begitu, para astronom mengungkapkan bahwa jenis lubang hitam yang satu ini mungkin terbentuk melalui proses yang serupa dengan lubang hitam bermassa bintang.

Sudah menentukan pilihan? Jangan salah, lubang hitam bermassa bintang mungkin memang kecil jika dibandingkan dengan lubang hitam supermasif. Namun, mereka justru sebenarnya memiliki gaya gravitasi yang lebih ekstrem.

Perbedaan ini terjadi karena pada lubang hitam yang lebih kecil, jarak titik gravitasinya lebih pendek. Dengan begitu, ketika kamu mendekati lubang hitam bermassa bintang, kamu akan dengan cepat jatuh ke dalamnya. Mati.

Salah satu efek yang terjadi pada diri kita kalau jatuh ke lubang hitam, berdasarkan pengamatan Teleskop Antariksa Hubble pada tahun 2014 terhadap sebuah bintang yang teramati sedang jatuh ke lubang hitam, kita akan mengalami suatu hal yang dikenal sebagai “spagetifikasi”. Yup, tubuh kamu akan meregang, persis seperti spageti.

Mengapa bisa seperti itu? Menurut TheConversation.com, efek ini terjadi oleh gradien gravitasi di sekujur tubuh kamu. Coba bayangkan: Kamu jatuh ke lubang hitam dengan kaki lebih dahulu. Karena secara fisik bagian kakimu itu lebih dekat dengan lubang hitam, kakimu akan merasakan tarikan gravitasi lebih kuat daripada kepalamu.

Hal yang buruk terjadi setelahnya. Pada tanganmu, karena bukan pusat tubuhmu, akan ditarik oleh lubang hitam dalam arah yang berbeda dari kepala kamu. Fenomena yang bikin mual siapapun yang melihatnya ini akan menyebabkan bagian-bagian tepi tubuhmu ditarik ke dalam.

Hasil akhirnya, bukan hanya tubuh kamu memanjang bagai spageti secara keseluruhan, tetapi juga terjadi pemipihan (atau kompresi) di tengah. Karena itulah tubuh kamu atau benda lain apa saja, seperti Bumi, akan mulai menyerupai spageti jauh sebelum menyentuh pusat lubang hitam.

Jadi, akan ke mana kita jika jatuh ke lubang hitam? Kemungkinan paling besar adalah, materi tubuh kita akan menambah materi pada lubang hitam, yang pada gilirannya menambah massa lubang hitam menjadi lebih besar lagi.