Benarkah Jupiter Melindungi Bumi dari Batu yang Bertebaran di Angkasa?
LNG Blog - Jupiter adalah planet terdekat kelima dari Matahari setelah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Planet ini juga merupakan planet terbesar di Tata Surya. Jupiter merupakan raksasa gas dengan massa seperseribu massa Matahari dan dua setengah kali jumlah massa semua planet lain di Tata Surya. Planet ini dan raksasa gas lain di Tata Surya (yaitu Saturnus, Uranus, dan Neptunus) kadang-kadang disebut planet Jovian atau planet luar.

Baca Juga : Apa Yang Akan Terjadi Jika Kita Jatuh Ke Lubang Hitam?

Pernahkah anda mendengar berita tentang Jupiter yang dianggap sebagai planet yang paling ramah bagi Bumi kita, karena tanpa adanya Planet Jupiter ini di tata surya, batuan angkasa seperti asteroid dan komet akan lebih sering menabrak planet bumi kita?

Jawabannya adalah, ya bisa juga tidak.

Beberapa astronom percaya bahwa salah satu alasan Bumi dapat dihuni kehidupan seperti sekarang ini adalah karena gravitasi super Jupiter membantu melindungi planet kita dari batuan-batuan angkasa yang bisa menabrak kapan saja.

Salah satu batuan angkasa yang berbahaya adalah komet berperiode panjang, yakni komet yang jalur orbitnya sangat lonjong dalam mengelilingi Matahari karena berasal dari Awan Oort di tepian tata surya. Lonjongnya orbit komet jenis ini membuat mereka kadang berpotongan langsung dengan orbit Bumi.

Menurut UniverseToday.com, berkat adanya Planet Jupiter, pengaruh gravitasinya yang besar mampu "menendang" sebagian besar bola-bola es yang bergerak cepat ini keluar dari tata surya sebelum mereka bisa mendekati Bumi.

Dengan begitu, komet berperiode panjang hanya akan benar-benar menyerang Bumi dalam rentang waktu yang sangat panjang, bisa sampai jutaan hingga puluhan juta tahun sekali. Tanpa Jupiter di tata surya, komet-komet ini kemungkinan akan lebih sering bertabrakan dengan planet kita.

Pada tahun 1994 silam, ada sebuah komet berperiode panjang yang menabrak Jupiter, lho. Komet ini bernama Shoemaker-Levy 9. Menabraknya komet tersebut ke Jupiter membuat terbentuknya "bekas luka" gelap di salah satu bagian sang planet raksasa ini. Kalau tidak ada Jupiter, kamu mungkin tidak sedang membaca artikel ini karena sang komet bisa saja menabrak Bumi dan meluluhlantakan kehidupan di dalamnya.

Bintik pada jupiter

Sayangnya, selain memang bisa melindungi Bumi, kehadiran Jupiter juga dapat menciptakan kondisi yang buruk untuk kehidupan kita di Bumi. Sebab, gravitasinya yang kuat telah berperan penting untuk membentuk Sabuk Asteroid.

Sabuk Asteorid sendiri adalah cincin yang mengelilingi Matahari, berada di antara orbit Mars dan Jupiter. Gravitasi Jupiter lah yang selama ini telah mencegah batu-batuan angkasa yang mengorbit di Sabuk Asteroid untuk bergabung menjadi sebuah planet, jadilah mereka tetap terpisah, terdiri atas ratusan hingga puluhan juta batuan kecil asteroid.

Selain mencegah batu-batuan angkasa di Sabuk Asteroid untuk bergabung menjadi satu planet utuh, gravitasi Jupiter saat ini masih terus memengaruhi posisi batuan angkasa di sana. Jupiter bisa kapan saja "menendang" beberapa asteroid di sana untuk mendekat ke arah Matahari, yang mana mereka memiliki kemungkinan bertabrakan dengan Bumi.

Menurut EarthSky.org, pada tahun 1770, Bumi hampir saja disenggol sebuah komet. Diberi nama Komet Lexell, bola es besar ini tercatat melesat melewati Bumi pada jarak 1,6 juta kilometer (jarak terdekat yang pernah dicapai sebuah komet).

Komet Lexell tersebut melesat masuk dari tata surya bagian luar. Sebelum mencapai Bumi, rupanya komet ini sempat melintas dekat dengan planet Jupiter, yang mana pada saat itu gravitasi Jupiter telah mengubah arah orbitnya menuju Bumi.

Sembilan tahun berselang, tahun 1779, komet tersebut datang lagi, dan sempat juga melintas sangat dekat dengan Jupiter. Untungnya, pada perlintasan kedua itu, gravitasi Jupiter mengubah arah orbit komet ke arah yang menjauhi Bumi, bahkan tata surya.

Jadi, apakah Jupiter benar-benar menjadi pelindung Bumi? Jawabannya adalah kadang-kadang.